Senin, 05 Maret 2012

Perusahaan Lokal yang sudah Go Internasional

 







NV Nederlandsch-Indische Bierbrouwerijen awalnya berdiri di Medan tahun 1929 dan memiliki pabrik bir di Surabaya. Kemudian di tahun 1936 domisili Perseroan dipindahkan ke Surabaya dimana pada tahun yang sama Heineken NV menjadi pemegang saham mayoritas. Di tahun 1951 Perseroan mengubah namanya menjadi Heineken’s Nederlandsch-Indische Bierbrouwerijen Maatschappij NV, dan pada tahun 1972 membangun satu pabrik bir lagi di Tangerang.
PT Multi Bintang Indonesia Tbk telah menjadi produsen bir terkemuka di Indonesia. Perseroan memproduksi dan memasarkan serangkaian produk-produk ternama seperti Bir Bintang, Heineken, Guinness, Bintang Zero, dan Green Sands.

Di awal 2010, Asia Pacific Breweries Limited (APB) dari Singapura mengakuisisi saham Heineken yang menjadikannya sebagai pemegang saham mayoritas perseroan. Sebagai salah satu produsen bir terbesar di wilayah Asia-Pasifik, APB mengoperasikan 37 pabrik di 13 negara yaitu Singapura, Malaysia, Kamboja, Cina, Thailand, Selandia Baru, Laos, Vietnam, Papua New Guinea, Srilangka, Mongolia, Indonesia, dan Kaledonia Baru.


 
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (“ICBP” atau “Perseroan”) merupakan produsen makanan dalam kemasan yang mapan dan terkemuka dengan berbagai pilihan produk makanan sehari-hari bagi konsumen di segala usia. Banyak di antara merek produknya merupakan merek terkemuka yang telah melekat di hati masyarakat Indonesia, serta memperoleh kepercayaan dan loyalitas jutaan konsumen di Indonesia selama bertahun-tahun.

Indomie juga sudah menembus pasar luar negeri seperti Asia, Australia, AS, Eropa, hingga Afrika.
Dalam merambah pasar internasional, Indofood membuka fasilitas produksi mie instan di berbagai negara, seperti di Jeddah, Saudi Arabia, dan Nigeria. Selain itu, Indofood juga memasarkan Indomie dengan menggunakan cara lisensi, seperti kepada Pinehill Arabia Food Limited (Saudi Arabia)
dan De United Food Industries Limited (Nigeria), yang keduanya memperoleh hak untuk menggunakan merek Indomie di negaranya masing-masing.  Bahkan, di Nigeria, yang merupakan pasar mie instan terbesar ke-13 di dunia, Indomie sudah seperti makanan pokok dan dianggap sebagai makanan asli Nigeria sendiri. 

Di tahun 1989, INDF masuk ke bisnis food seasonings yang menghasilkan kecap dan bumbu, dan 2 tahun kemudian juga membuat saus tomat dan sambal. Di tahun yang sama, INDF mengakuisisi PT Sari Pangan Nusantara, produsen makanan balita merek SUN. Selain membuat produk sendiri, di tahun 1990 INDF menjalin joint venture dengan Pepsico Foods yang punya merek Frito-Lay dan membuat snack berbahan baku kentang, dengan merek-merek seperti Chitato, Cheetos dan Chikita, snack foods berbahan baku ketela yang jumlahnya memang melimpah di Indonesia.



waralaba es teler 77 didirikan sukyatno nugroho, setelah sang mertua bernama ny murniati widjaja menjuarai lomba es teler nasional di tahun 1982. Gerai es teler 77 yang pertama terdapat di pertokoan duta merlin, harmoni, jakarta pusat. Di gerai es teler 77 juga tersedia berbagai makanan pendamping seperti mi bakso dan nasi goreng. Di luar negeri, gerai es teler 77 terdapat di australia, malaysia, dan singapura


 

PT. J.CO Donuts and Coffee didirikan oleh Johnny Andrean yang sebelumnya terkenal sebagai pengusaha salon yang sukses. Tak kurang dari 168 jaringan salon dan 41 sekolah salon dimilikinya, namun insting sang penata rambut kemudian membawanya terjun ke bisnis makanan. Sejak tahun 2003 ia aktif mengembangkan J.CO. J.CO adalah produk dalam negeri dengan menggunakan konsep dari luar negeri dan disempurnakan dengan modernisasi dan kualitas terbaik. J.CO ditujukan untuk menyerbu pasar asing.

Persiapan J.CO membutuhkan waktu yang lama. Selama 3 tahun Johnny Andrean dan timnya mempelajari bisnis donat, mengeksplorasi resepnya, serta melakukan riset pasar dan sampling.   Johnny meluncurkan J.CO dengan konsep "apa yang disukainya dan hal ini bisa diterima masyarakat".
Pada 26 Juni 2005, J.CO mulai beroperasi pertama kali di Supermal Karawaci, Tangerang dan kemudian langsung membuka outlet sebanyak-banyaknya. Dalam waktu setahun, J.CO telah punya 16 buah gerai dengan 450-an orang karyawan untuk gerai saja. Tujuh gerai terdapat di Jakarta dan sisanya di Bandung, Surabaya, Makassar, dan Pekanbaru. Dalam 4 tahun beroperasi, J.CO berhasil membuka lebih dari 100 otlet di asia yaitu Indonesia, Malaysia , china dan Singapore


PT. Caraka Tirta Perkasa
 

PT. Caraka Tirta Perkasa adalah perusahaan di bidang pengkapalan, CPT telah menyediakan kualitas internasional dalam pengkapalan sejak berdirinya pada tahun 1996.CPT  Didirikan pada tahun 1996. Jalur CTP dengan visi yang kuat untuk mengembangkan transportasi antar pulau telah dengan penuh dedikasi dan konsisten mengembangkan bisnis untuk mempertahankan kebutuhan kuat hubungan transportasi kargo domestik dan internasional, dan untuk membawa bisnis yang menyebar bagian dengan lautan sampai ke pusat bisnis Indonesia dengan ketepatan waktu,kecepatan dan kehandalan. CPT telah membuka beberapa kantor di Indonesia maupun luar Indonesia yaitu di Jakarta, Surabaya, makasar, Banjarmasin, Singapore, Malaysia, dan thailand


PT. Berjaya Sally Ceria / Sour Sally
 

sour sally adalah sebuah outlet yogurt beku tanpa lemak revolusiner pertama di indonesia, yang didirikan di indonesia pada tahun 2008. Saat ini cabang sour sally tersebar di kota jakarta, bandung, surabaya, bali, maupun di kuala lumpur, malaysia dan singapura. Donny Pramono adalah pemilik dan pendiri usaha yogurt Sour Sally


PT. Hartono Istana Teknologi / Polytron
 

PT. Hartono Istana Teknologi , adalah perusahaan NasionalElektronik terbesar dan terkemuka di Indonesia. Sejakdidirikan tahun 1976 hingga sekarang , PT. Hartono IstanaTeknologi telah mampu menjadi tuan rumah di negerisendiri dibidang bisnis elektronika, dengan pangsa pasarterbesar untuk produk audio dan televisi. Untuk melebarkan sayapnya PT. Hartono Istana Teknologi masuk
juga di bisnis Home appliances seperti Refrigerator, Freezer, Mesin cuci, Air Conditioner, Water Dispenser, Show Case, Chest Freezer, dll . Kami memiliki dua pabrik yang berlokasi di Kudus dengan luas area 205.000 m2 dan di Sayung dengan luas area 13.000 m2 dengan jumlah karyawan lebih dari 3500 orang. Kantor pemasaran sebanyak 11 tersebar di kota-kota besar di seluruh provinsi di Indonesia dan
didukung oleh ribuan distributor dan dealer. Untuk kepuasan konsumen , kami memiliki 33 layanan purna jual dan ratusan authorized service di seluruh Indonesia.

Guna mengembangkan pasar di luar negeri , PT Hartono Istana Teknologi telah membuka kantor pemasaran di Thailand dan Philipina serta menunjuk authorized distributor di beberapa negara seperti
Pakistan, Bangladesh, Vietnam , Myanmar , beberapa negara Timur Tengah serta Amerika Latin.


PT.Ateja Tritunggal

Selama bertahun-tahun, Ateja telah memproduksi kain standar internasional untuk domestik, kontrak, transportasi, dan industri yang telah diekspor ke lebih dari 55 negara di seluruh dunia. Sebuah komitmen untuk kualitas premium, biaya-efektif, dan tepat waktu pengiriman telah ditandai Ateja sebagai perusahaan kelas dunia dengan budaya perusahaan yang solid yang didasarkan pada filosofi kami "Untuk meningkatkan reputasi, citra dan kemajuan perusahaan, untuk memuliakan Allah dan untuk kepentingan umat manusia "- dan visi kami". untuk menjadi salah satu kain interior terbaik dan paling dapat diandalkan manufaktur di dunia "

Pada 1978, Ateja mulai memasarkan produknya ke Singapura dan Malaysia. Selanjutnya, pada 1980 Ateja membuka kantor perwakilan di Singapura. Saat ini, kantor perwakilan Ateja juga ada di Malaysia dan Cina. Tahun 1986 mulai menyuplai kain jok untuk kebutuhan mobil Toyota melalui Toyota-Astra Motor,Ateja merupakan satu-satunya merek dari Asia yang dipilih Honda sebagai pemasok kain jok interior untuk produk Honda Civic yang dipasarkan di Eropa dan Honda Accord di AS. Produk Ateja juga dipakai sebagai kain interior di bandara-bandara internasional, seperti Changi, Kuala Lumpur, dan Soekarno-Hatta. Bahkan, salah satu desain produk Ateja berhasil mencapai predikat Best of the Best dalam Decosit Fair 2007 yang berlangsung di Brussel, Belgia, 7-11 September 2007.

 BY: C Pratanto.


 





1 komentar:

devi mengatakan...

tolong. masukin sejaran PT caraka tirta perkasalaha mbak/mas...
plissss

Poskan Komentar

 
Redesign by Syar'ie